Inovasi dalam kebidanan

BAB 1
PENDAHULUAN

1. Latar belakang
Faktor utama yang menjadi alasan masyarakat sekitar pesisir pantai bersalin menggunakan tenaga non kesehatan (dukun) adalah faktor ekonomi dan biaya bersalin yang relatif murah. Hasil penelitian sejalan dengan teori manuaba bkk (2009) bahwa ekonomi lemah membuat masyarakat berorientasi bersalin dengan menggunakan dukun.

Faktor sosial ekonomi cenderung berpengaruh terhadap keputusan untuk memilih pelayanan kesehatan yang dalam hal ini keputusan memilih pertolongan persalinan faktor tersebut di antaranya adalah rendahnya pendapatan keluarga dimana masyarakat yang tidak memiliki uang yang cukup untuk mendapatkan pelayanan yang aman dan berkualitas.

2. Rumusan masalah

1.) Inoviasi apa yang akan dibuat untuk meningkatkan perekonomian masyarakat agar masyarakat dapat melahirkan di tenaga kesehatan tanpa memikirkan biaya persalinan?

2.) Bagaimana pengolahan hasil dari inovasi yang akan dibuat?

3. Tujuan

Tujuan dari inovasi ini adalah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat agar masyarakat tidak perlu memikirkan lagi biaya persalinan di tenaga kesehatan yang mahal.

BAB II
PEMBAHASAN

1. Pembahasan
Perairan Indonesia sangat luas dan banyak, banyak pula kerang yang hidup di dalamnya dan beraneka ragam pula bentuknya. Kita harus bersyukur atas keindahan alam Indonesia yang kita miliki. Bahasa latin kerang yaitu molusca, yaitu hewan air yang bertubuh lunak yang memiliki cangkang. Pengertian umumnya adalah semua moluska lengkap dengan sepasang cangkangnya. Semua kerang-kerangan memiliki sepasang cangkang yang biasanya simetri.

2.Inovasi yang dilakukan adalah membuat kerajinan dari bahan dasar cangkang kerang.

Kerang-kerangan yang dipakai pada kerajinan adalah cangkangnya. Jenis kerang-kerangan yang biasa terdampar di pantai, bukan yang dibudidayakan untuk konsumsi pangan seperti kerang dara dan kerang hijau.
Cangkang kerang terbagi dua yaitu cangkang kerang betina dan jantan. Cangkang yang dijadikan bahan dasar tersebut memiliki tekstur unik untuk dibentuk berbagai pola. Pola-pola tersebut disusun menjadi kerajinan tangan yang unik. Banyak orang sudah memanfaatkan kerang ini sebagai karya kerajinan. Turis mancanegara pun banyak yang menyukai karya kerajinan dari cangkang kerang produksi pengrajin Indonesia.

Pemanfaatan cangkang kerang sebagai bahan kerajinan selain menambah nilai ekonomis juga sekaligus untuk menjaga kelestarian lingkungan. Dengan memanfaatkan cangkang kerang yang biasanya menjadi limbah, dan apabila dibiarkan begitu saja akan berdampak buruk pada lingkungan sekitar. Pemanfaatan cangkang kerang dapat mengurangi resiko pencemaran lingkungan.

Hasil kerajinan dari limbah cangkang kerang adalah kerajinan yang unik dan disukai banyak orang. Cangkang kerang yang berukuran kecil dan pipih dapat dibuat sebagai pelapis tempat sabun, penghias frame foto atau cermin, kap lampu, kotak perhiasan, aneka lampu, dan sebagainya. Sedangkan kerang-kerang yang berukuran sedang dapat dijadikan sebagai tirai, replika hewan, bunga, miniatur bangunan, dan masih banyak lagi. Dalam seminggu masyarakat mampu membuat sekitar 50 barang kerajinan yang akan dipasarkan di sekitar pantai dan dipasarkan secara online. Harga per barang berkisar sekitar 20-30 ribu rupiah, barang kerajinan yang berukuran kecil dijual 20 ribu rupiah per barang sedangkan yang berukuran sedang dijual 30 ribu rupiah per barang, dalam satu bulan masyarakat mampu menjual sekitar 100 barang berukuran kecil dan 70 barang berukuran sedang. Yang artinya pendapatan masyarakat pemberdayaan kerajinan cangkang kerang dalam satu bulan berkisar 4.100.000 rupiah (100x20.000=2000.000 dan 70x30.000=2.100.000) 50% dari pendapatan ini diberikan kepada bidan desa untuk digunakan sebagai tabungan persalinan (TABULIN) dan 50% nya lagi untuk kebutuhan masyarakat. Jika masyarakat mampu mengumpulkan uang tabulin sekitar 2.050.000 rupiah perbulan dalam setahun uang tabulin akan terkumpul sekitar 24.500.000 rupiah, sedangkan biaya persalinan di bidan berkisar sekitar 1000.000 rupiah satu kali persalinan. Dengan ini tidak ada lagi masyarakat yang terkendala biaya untuk melahirkan di tenaga kesehatan, dan masyarakat pun bisa mendapatkan penanganan yang tepat dan aman.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Inovasi pemanfaatan cangkang kerang sebagai bahan kerajinan dapat menambah nilai ekonomis.
Dengan ini tidak ada lagi masyarakat yang terkendala biaya untuk melahirkan di tenaga kesehatan, dan masyarakat pun bisa mendapatkan penanganan yang tepat dan aman.

daftar Pustaka
Manuaba bkk 2009
https://www.google.co.id/search?client=ucweb-b-bookmark&q=Latar+belakang+melahirkan+di+tenaga+non+kesehatan+serta+biaya&oq=Latar+belakang+melahirkan+di+tenaga+non+kesehatan+serta+biaya&aqs=mobile-gws-lite

Sinopsis dan review video

 

Sinopsis: Video ini menceritakan tentang sepasang suami istri yang dimana sang istri akan melahirkan dan ingin melahirkan di Bidan sedangkan sang suami bersikeras menolak permintaan sang istri dengan alasan sang istri harus melahirkan ditolong oleh paraji atau dukun beranak yang sudah dari lama dipercaya untuk menolong persalinan dikeluarga sang suami, bidan pun menjelaskan kelebihan kelebihan yang bisa didapat dari melahirkan ditenaga kesehatan seperti bidan yang sudah ahli dan terlatih akhirnya setelah mendapat penjelasan dari bidan sang suamipun mengizinkan istrinya untuk melahirkan dengan ditolong oleh bidan.

Peran: Di video ini saya berperan sebagai Videografer Alhamdulillah peran saya  terlalu sulit untuk mendapatkan hasil yang cukup bagus, dan saya pun belum terbiasa Menjadi peran sebagai peran Videografer, hanya saja mungkin karena saya belum terbiasa membuat video seperti itu saya jadi merasa ada yang banyak kekurangan dan beberapa kali harus mengulang adegan nya tapi syukur semua bisa terselesaikan.

Resume komentar: Dari komentar komentar yang ada dikolom komentar video yang sudah saya upload ke akun insagram pribadi saya ( cek video klik  ➡ https://www.instagram.com/p/BpEiretBFly/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=1vyqby1y5ga1l ) komentarnya cukup memuaskan namun ada sedikit kekurangan kekurangan dari video yang kelompok kami buat dimana saya pribadi menyadari dalam video itu masih kurang sekali persiapanannya.

PEMANFAATAN ICT UNTUK PENDIDIKAN PENCEGAHAN HIV/AIDS DI DAERAH PERBATASAN GREATER MEKONG SUBREGION

PEMANFAATAN ICT UNTUK PENDIDIKAN PENCEGAHAN HIV/AIDS DI DAERAH PERBATASAN GREATER MEKONG SUBREGION

Jurnal Informatika Volume
2018
Terindeksasi oleh scholar Google
Hasil Pencarian Menggunakan search indeks by scholar google pada tanggal 16 Oktober 2018 jam 17:19

File jurnal Berupa PDF

Dari sekitar 40 juta pengidap HIV/AIDS di dunia pada akhir tahun 2003, lebih dari 7 juta orang berada di kawasan Asia dan Pasifik. Hampir 2 juta di antaranya ada di negara-negara Greater Mekong Subregion (GMS): Kamboja, Laos, Myanmar, Thailand, Vietnam, dan propinsi YunnanCina. Angka ini meningkat dengan dibukanya daerah perbatasan untuk pariwisata dan perdagangan yang berdampak pada peningkatan arus penduduk melintas batas dan menyebarnya HIV/AIDS. Mayoritas penduduk perbatasan ini terutama wanitanya rentan akan infeksi dan tertular penyakit ini karena kurangnya akses ke layanan pendidikan dan kesehatan, kemiskinan, kurangnya informasi yang cocok secara budaya dalam bahasa daerah mereka, terisolirnya secara sosial dan kultural dari kelompok masyarakat lainnya, penggunaan obatobatan dan minuman keras, perdagangan manusia dan keterlibatan dalam perdagangan seks. Dalam kaitan ini, Organisasi Menteri-Menteri Pendidikan Asia Tenggara (SEAMEO), UNESCO, Departemen Pendidikan dan Departemen Kesehatan enam negara GMS telah merancang dan melaksanakan program pemanfaatan ICT untuk pendidikan pencegahan HIV/AIDS. Tulisan ini mengulas program SEAMEO di 36 SMP di kesembilan daerah perbatasan keenam negara GMS dan berbagi pengalaman serta pelajaran yang dapat dipetik dari program kerjasama regional tersebut.

Review ini di buat Sebagai materi tugas MK" Teknologi informasi" Pada Jurusan Kebidanan di Sekolah Tinggi ilmu kesehatan Sukabumi
yang diampu oleh Geri Sugiran AS, STP